April 01, 2011

Bidadari Hati..

Hujan lebat membasahi segenap bumi..angin-angin cinta memenuhi seisi angkasa..membuatkan kedinginan terasa menjalar ke tulang-tulang..kekadang untuk kompensasi, tubuh menggigil..mengharapkan kedinginan tadi terselimuti secara alami..
Aku berjalan di keheningan malam menuju ke wad-wad pesakit..berjalan sendirian dan hanya bertemankan rintihan hujan yang menderu..aku memeluk tubuh..kedinginan ini membuatku begitu sesak..kedinginan ini mendirikan roma-roma dan memperkecilkan pori-pori..kulit mula terasa pucat..sungguh aku dingin..

Langkah mulai perlahan..seorang wanita yang menurut ekspresi awalku dia adalah patient di hospital ini berjalan perlahan..dari gaya jalan dan penampilannya, ku kira dia sudah cukup tua dan uzur..jelas dia kedinginan seperti aku..dan aku menegurnya..kerana dalam kegelapan itu hanya kami berdua..

“..ibu mahu ke mana?..”

Dia dengan senyum kelelahan menjawab..”..ibu baru selesai ketemu anak..”

Dia senyum..dan terpancar senyum itu adalah senyum penuh kelelahan..namun senyum itu tetap luhur..tepa senyum penuh kasih..dia memegang bahuku..aku memperkukuhkan posisi..ternyata kakinya sakit kerana berjalan menelusuri jalan-jalan di hospital yang cukup lumayan panjang..

“..maaf ya doc,pegel kaki ibu..” dia memegang aku sebentar..dan aku merelakan..dan aku mengajak ibu masuk kembali ke ruang dalam..kerana di sini cukup dingin..dan aku jujur tidak kuat dalam kedinginan seperti ini..kerana pakaian oncall ku nipis..
Kami duduk sebentar..wanita ini masih tersenyum..dan dalam senyum itu ada kaca-kaca jernih di matanya yang menunggu saat untuk jatuh. Dia bersuara..dan aku mentranslasikan dalam bahasa ibundaku..

“..doc,ibu orang yang tidak punya apa-apa..orang yang tidak punya harta..ibu cuma punya satu harta yang bernilai..anak lelaki ibu..” dia masih tersenyum..tapi kali ini pahit..

“..kenapa bu..?apa yang bisa saya bantu?..”aku mencoba mencari celah-celah perbualan..agar suasana tidak melarut..dan agar kaca-kaca tadi tidak gugur seperti derasnya hujan saat ini..

“..bantu ibu obati anak ibu..”..dia diam..dan dia sedang menahan butiran itu agar tidak luncur ke pipi..

Ya Allah..wanita ini seusia nenekku..dengan ketabahan berjalan sendiri ke hospital..andai kalian melihat dia..menatapi dia..hati kalian pasti rasa diremuk..digengam dan digoncang..ketulusan wajah ibu ini..kesangggupan dia datang menemani anaknya yang sakit..dan dia sendiri..

Aku bangun..aku minta untuk undur diri..aku bersalam dengannya..ku ku kucup tangannya..

“..Apa hikmah aku dipertemukan denganmu?..”

Aku follow-up kesemua patientku di wad, dan kebetulan patientku minggu ini adalah kanak-kanak kecil..yang tangannya sekecil ibu jariku..si kecil yang menderita..si manja yang di uji dengan pelbagai penyakit..dan mereka kuat..walau kecil mereka kuat menanggung semua ini..

Seorang ibu..dia berbaring di lantai sedangkan anaknya dipasang dengan selang...selang oksigen, selang cairan..dan selang untuk mengeluarkan urinnya..kasihan..dan si ibu berbaring di lantai hanya beralaskan sehelai batik lepas..dan berselimutkan jaketnya..meringkuk seperti fetus kerana malam ini cukup dingin..

Aku berbisik dalam hati sambil meraba tangan si munggil..”..sayang, hargailah ibu mu ini sepanjang usiamu dan selama usianya..dia mencintaimu lebih dari segalanya..”

Setelah selesai semuanya..aku melangkah pergi..memilih menggunakan tangga untuk turun ke bawah..tidak dengan lift dan aku tidak tahu kenapa..dalam hati dan pikiran hanya ada orang tercinta..orang yang telah membelai aku dengan penuh cinta..
teringat kisah-kisah dulu..saat aku kecelakaan..saat aku sakit..saat aku bersedih..saat aku memerlukan..hanya ada mereka berdua..

"..apakah mak pun pernah tidur atas lantai macam ni saat aku sakit dulu??.."

"..bagaimana kesihatan ayah saat ini?..kuat sangatkah dia bekerja??.."

Aku mengirim sms pendek buat mereka..

“..mak dan ayah, selamat pagi..miss you..love you mak dan ayah..orang minta maaf andai selama orang hidup di dunia ini orang meyusahkan..terima kasih atas segalanya..”

Solat subuh pagi itu aku memohon agar Allah melimpahkan rahmatnya yang tidak terhingga buat kedua-dua bidadariku..Sir Azman dan Mdm Maria..

aku tidak mahu menangis..tapi kali ini aku mahu menangis..kerana aku terlalu rindu ..menanggung beban rindu yang terasa begiu tidak tertahan lagi..sangat-sangat rindu..

hanya kiriman doa dan cinta ku titipkan pada Allah buat kalian..semoga angin membawakan rindu..

*inilah kerinduan yang tidak tertanggung sebab lama sangat tak balik malaysia..:’(

2 Perkongsian hati:

baju kurung berkata...

:) cukup menyentuh hati...

missSenget berkata...

moga dapat balik malaysia dalam masa terdekat....